KANALPojok News

Wakil Menteri Perindustrian Jamin Harga BBM Tidak Naik

Wakil Menteri Perindustrian Jamin Harga BBM Tidak Naik
Wakil Menteri Perindustrian Mohammad Faisal Reza saat memberikan sambutan. (FOTO: Kusnin)

COWASJP.COM – Wakil Menteri Perindustrian Kabinet Merah Putih, Mohammad Faisal Reza, membawa kabar gembira bagi seluruh rakyat Indonesia. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air saat ini dipastikan tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. 

Hal ini merupakan hasil kerja keras dan strategi jitu pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

"Alhamdulillah, berkat usaha dan kebijakan pemerintah, harga BBM kita tetap biasa saja. Berbeda dengan negara lain yang saat ini sedang kesulitan dan harganya melonjak tinggi," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisal Reza saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Tahfidzul Qur’an dan Haul ke-9 Almarhum Kiai Khozin Abdullah di Pondok Pesantren Jam’iyatul Qurro’ wal Huffadz, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (10/4/2026) malam.

Dunia Guncang Akibat Selat Hormuz, Indonesia Tetap Aman

Mantan Ketua Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, kestabilan harga di dalam negeri adalah bukti manajemen yang matang, di tengah gejolak krisis energi global yang sedang terjadi.

Saat ini, dunia sedang menghadapi ketegangan besar akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Jalur laut yang menjadi urat nadi minyak dunia ini tersendat, membuat pasokan global macet dan harga minyak mentah melambung tinggi. 

Dampaknya sangat dahsyat, banyak negara di Eropa, Asia, hingga Afrika terpaksa menaikkan harga BBM secara drastis.

Lantas, mengapa Indonesia bisa bertahan dan tidak terlalu terpukul? 

Faisal Reza membeberkan tiga kunci utamanya:

1. Diversifikasi Sumber Pasokan.

"Pemerintah tidak bergantung pada satu sumber. Kami membeli minyak dari berbagai negara dan jalur lain, tidak hanya terpaku pada Timur Tengah," ungkapnya.

2. Manajemen Stok yang Ketat.

Seluruh cadangan dan pasokan energi di dalam negeri dikelola dengan sangat baik sehingga tidak terjadi kelangkaan atau kepanikan.

3. Kebijakan Proteksi Rakyat. 

"Pemerintah menjaga agar gejolak harga dunia tidak langsung dibebankan kepada rakyat," tegas politisi asal Probolinggo ini.

Pesan Presiden: Jangan Bergantung pada Impor

Semua kebijakan ini, lanjut Faisal, sejalan dengan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto.

"Pesan Bapak Presiden sangat jelas: Jangan Bergantung pada Impor. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada produksi dan pasokan dari luar negeri," tambahnya.

 Kemandirian adalah kunci kedaulatan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong eksplorasi energi dalam negeri dan pengembangan energi baru terbarukan. Tujuannya agar kelak Indonesia benar-benar mandiri, sehingga apa pun yang terjadi di belahan dunia lain, rakyat bisa tetap tenang dan aman.

Stok pangan melimpah, sandang pangan pasti terjamin.Tidak hanya soal energi, pemerintah juga memberikan jaminan penuh terkait kebutuhan pokok masyarakat.

"Hingga saat ini, cadangan dan stok pangan kita dalam kondisi sangat aman dan melimpah. Ketersediaan beras, jagung, dan bahan makanan lainnya tercukupi dengan baik. Bahkan, Indonesia kini telah mencapai swasembada, di mana produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat tanpa harus panik mengimpor," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal Reza juga menegaskan tekad kuat pemerintah yang disampaikan langsung oleh Presiden: "Pemerintah bertekad bulat, bahwa seluruh kebutuhan rakyat, mulai dari sandang, pangan, hingga seluruh kebutuhan hidup lainnya, akan terus dijaga dan dijamin ketersediaannya."

Negara hadir bukan sekadar berbicara, tapi bertindak nyata. Tidak akan ada kelangkaan, tidak akan ada harga yang membubung tinggi, karena kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama. 

"Kami mohon doa restu pada hadirin semua. Agar para pimpinan kita, khususnya Pak Prabowo terus diberi kesehatan wal afiat oleh Allah SWT, sehingga bisa melanjutkan perjuangannya dalam ikhtiar mensejahterakan masyarakatnya. Aamiin," pintanya.

Secara keseluruhan acara yang digelar Yayasan Darut Tauhid ini berlangsung lancar dan penuh khidmat mulai pukul 19.00 WIB. Ribuan masyarakat hadir memadati lokasi untuk menyaksikan wisuda santri penghafal Al-Qur'an serta mengenang jasa Almaghfurlah Abah Kiai Khozin Abdullah.

Turut hadir memberikan sambutan Ketua Komisi VI DPR RI, Hj. Anggia Ermarini. Sementara itu, tokoh nasional yang dinanti, KH. Said Aqiel Sirodj, berhalangan hadir dikarenakan ada tugas mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.

"Panitia memohon maaf sebesar-besarnya karena Romo KH. Said Aqiel berhalangan hadir dalam acara ini," ujar Ketua Yayasan Darut Tauhid, Gus Aslihul Ahliya Layali.

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Acara Samaan Qur'an yang dipaksakan siang hari sebelumnya  oleh Ibu-ibu Hafidzoh Muslimat NU se-Kecamatan Udanawu juga berjalan sukses. Acara dipimpin langsung Ibu Nyai Hj. Saroh yang juga istri Abah Kiai Khozin dan Ibunda  Ketua Yayasan Darut Tauhid, Gus Aslihul Ahliya Layali.(*) 


Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :