KANALPojok News

Borneo Kokoh di Peringkat 2, Kalahkan Tuan Rumah Madura United

Borneo Kokoh di Peringkat 2, Kalahkan Tuan Rumah Madura United
Salah satu adegan pertandingan Madura United versus Borneo FC, Minggu 5 April 2026. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Sepakbola seringkali tidak adil. Itulah yang dirasakan Madura United di laga pekan ini. Skuad Laskar Sape Kerrab mendominasi permainan, menciptakan lebih banyak peluang, namun dikalahkan 1-3 oleh tamunya Borneo FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam.

 Borneo FC tampil sangat efektif dan efisien, memanfaatkan setiap celah untuk mengukir kemenangan penting, membuat asa juara mereka masih terbuka. 

Di klasemen sementara saat ini (5 April 2026 pagi), pemuncak klasemen adalah Persib Bandung, 26 kali laga, memetik 61 poin. Sedangkan di peringkat 2 Borneo FC dari 26 laga memetik 57 poin, peringkat 3 Persija Jakarta, dari 26 laga memetik 52 poin. 
 
Cepat Tertinggal, Susah Mengejar
 
Pertandingan baru berjalan dua menit, Madura United sudah kebobolan. Koldo Obieta dengan dingin menyontek umpan Mariano Peralta, membawa Pesut Etam unggul cepat 1-0.
 
Tekanan terus dilakukan tuan rumah, namun bola seolah enggan masuk ke gawang lawan. Berbagai peluang didapatkan, mulai dari aksi Lulinha, Riquelme, hingga serangan balik yang berulang kali mengancam.
 
Harapan baru muncul di menit ke-42 saat bek Borneo, Christophe Nduwarugira, melakukan kesalahan dan mencetak gol bunuh diri. Skor berimbang 1-1 menjadi modal yang baik untuk memasuki babak kedua.
 
Sayangnya, fokus pertahanan sempat luntur. Di menit ke-60, Obieta kembali mencetak gol keduanya setelah pertahanan Madura United lengah, membuat skor berubah menjadi 1-2 untuk Borneo FC. 
 
Di sisa waktu, Madura United terus menggempur. Lulinha bahkan sempat membuat bola membentur mistar gawang. Namun, nasib berkata lain. Di masa tambahan waktu (90+5), Mariano Peralta mencetak gol penutup melalui tendangan mendatar yang tak terhalang. Skor akhir 1-3 untuk kemenangan Borneo FC.
 
Analisis Pertandingan
 
Data statistik berbicara sangat berbeda dengan skor di papan skor.
 
1.Dominasi yang sia-sia, 
Madura United jelas lebih unggul secara kuantitas. Mereka melepaskan 24 tembakan, jauh di atas Borneo yang hanya 12 kali. Jumlah peluang yang diciptakan juga 15 lawan 9. Namun, hanya 6 tembakan yang tepat sasaran. Ini membuktikan bahwa kualitas finishing atau penyelesaian akhir menjadi masalah fatal yang harus segera diobati oleh Madura United
 
2.Mentalitas dan Keseriusan Latihan. 
Pelatih caretaker, Rakhmat Basuki, menyoroti akar masalahnya. Menurutnya, buruknya finishing ini bermula dari kurangnya keseriusan saat sesi latihan.

"Mereka menganggap bahwa di pertandingan pasti bisa, tanpa harus dengan latihan yang serius. Padahal, latihan yang serius itulah yang dibawa ke pertandingan," tegasnya.

Pemain terlihat ragu, terburu-buru, atau kurang presisi saat berada di depan gawang, peluang emas pun terbuang percuma.
 
3.Efektivitas Borneo FC. 
Berbeda dengan tuan rumah, Borneo FC bermain sangat cerdas. Mereka tidak membuang energi secara sia-sia. Dari hanya 4 tembakan tepat sasaran, mereka mampu mencetak 3 gol. Rasio konversi yang sangat sempurna. Disiplin taktis dan ketenangan di depan gawang menjadi kunci utama kemenangan mereka malam ini.
 
4.Faktor Konsentrasi. 
Kebobolan di menit awal dan menit akhir menjadi catatan buruk. Pertahanan Madura United terlihat kurang waspada pada situasi-situasi krusial, memberikan ruang terlalu lebar bagi pergerakan Obieta dan Peralta.
 
Menuju Puncak dengan Optimisme
 
Kemenangan ini membawa Borneo FC semakin mantap di papan atas. Dengan sisa 9 laga yang tersisa, peluang untuk merebut gelar juara masih sangat terbuka lebar.
 
Mariano Peralta, pencetak satu gol dan satu assist malam ini, menegaskan komitmen tim.

"Kami memiliki 8 pertandingan lagi dan kami akan melakukannya seperti di final. Tak ada pilihan lain selain optimistis," ujarnya.
 
Sisa jadwal yang berat, melawan tim-tim kuat seperti PSM, Persik, hingga Bali United, akan dihadapi dengan mental juara. Borneo FC membuktikan diri sebagai kandidat kuat yang siap berjuang hingga tetes darah penghabisan.

 Motivasi dan Pesan
 
Untuk Madura United:
Jangan biarkan kekalahan ini mematahkan semangat. Sudah bermain bagus, sudah mendominasi, hanya saja soal penyelesaian akhir yang belum maksimal.
 
Ini adalah pelajaran berharga. Mulailah dari latihan. Bangun kepercayaan diri. Jadikan setiap tembakan latihan seolah itu adalah momen krusial di pertandingan.  Bangkitlah Sape Kerrab.
 
Untuk Borneo FC:
Pertahankan konsistensi ini. Efektivitas adalah senjata terhebat. Teruslah bermain cerdas, teruslah bekerja keras. Impian menjadi juara sudah di depan mata. Jangan lengah, jangan puas diri. Buktikan bahwa Borneo FC pantas menjadi yang terbaik.(*)


Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :