COWASJP.COM – Ada julukan lain penyakit kanker. Sebutan ini sangat dikenal di kalangan medis. Tapi, jarang diucapkan di hadapan penderita.
Julukannya menarik sekaligus mengerikan, dan menakutkan. Yaitu "Pembunuh Senyap." Sadis juga.
Karena itu, agar penderita tak kepikiran, kalangan medis tak pernah mengucapkan kata-kata itu.
Yang sangat dikenal sebagai pembunuh senyap adalah kanker pankreas.
Mengapa? Jenis kanker ini, pandai menyamar. Hingga sulit terdeteksi. Tanda-tandanya pun, tersamar pula. Sangat tak terasa. Apalagi pada studium awal.
Dikatakan pembunuh senyap, menurut sejumlah artikel medis, karena membunuh orang secara diam-diam.
Awalnya tak merasakan sakit. Eh malah bisa membuat penderita mengakhiri hidupnya.
Sebagai contoh. Lebih dari selusin karyawan perintis Jawa Pos, meninggal karena kanker.
Studiumnya sudah tinggi. Sehingga sulit diselamatkan.
Jenis kankernya juga bermacam- macam. Saya tidak hafal betul. Tapi, teman-temanku itu umumnya wartawan. Juga redaktur.
Apa penyebabnya? Belum ada penelitian. Tapi bila dilihat dari penyebabnya, paling tidak, karena pola hidup.
Karena pekerjaannya pemburu berita. Berangkat pagi, pulang malam. Makan dan minum pun tak terkendali. Karena hidup di jalan dan kantor. Hingga makan dan minum, pokoknya enak di lidah.
Pun tekanan kerja yang cukup tinggi. Kejar deadline, untuk terbit pagi hari.
Di berbagai tulisan medis menyebutkan, kanker beda dengan penyakit lain. Kanker umumnya terdeteksi setelah penderita sudah parah. Stadium tinggi.
Mengapa?
Menurut dokter, gejalanya tidak terasa oleh penderita. Orang tak menduga kalau gejala ringan yang timbul pada dirinya adalah kanker. Sehingga banyak yang mengabaikan.
Munculnya pun tidak khas. Sebagai contoh. Kanker usus besar. Salah satu gejalanya sakit perut.
Penderita menduga salah makan. Sulit buang air. Juga sedikit keluar darah. Umumnya penderita menduga ambeien.
Bahkan, kanker muncul tanpa gejala yang berarti. Tanpa dirasakan sama sekali.
Saya salah satu yang mengalaminya. Yang biasa saya periksa adalah ambeien.
Saya lakukan colonoscopy, karena habis operasi fistula ani. Ternyata ada tumor. Di usus besar. Dekat dengan anus. Tumor itu, ganas pula.
Tak pernah sakit perut sebagai gejala umum kanker usus besar. Keluar darah saat buang air besar, juga tidak. Yang dirasakan, hanya sedikit sulit buang air besar.
Karena gejala ringan seperti itulah, maka kanker lazim disebut sebagai pembunuh senyap.
Contoh lain. Penderita kanker ovarium atau kanker rahim. Gejalanya ringan sekali. Seperti nyeri pinggul.
Nyeri ringan di punggung bawah dan paha.
Sehingga penderita tak menduga. Bahkan cenderung tak menghiraukan kalau dalam tubuhnya sudah muncul pembunuh senyap.
Menurut data statistik penderita kanker. Yang paling berbahaya kanker pankreas, kedua paru, ketiga usus besar, keempat hati, dan kelima otak.
Saran saya, kalau ada tanda-tanda seperti yang diceritakan di atas segeralah konsultasi pada dokter. Karena pembunuh senyap sedang mengintai. (*)