COWASJP.COM – ​Permata wisata bahari yang menjadi primadona baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar kabupaten Blitar adalah Pantai Tambakrejo. Inilah destinasi paling populer di wilayah Kabupaten Blitar.
Tidak hanya memukau dengan keindahan alam pasir putihnya yang luas dan lautan biru Samudra Hindia. Tapi juga sarat nilai budaya melalui tradisi turun-temurun selama berabad-abad.
Dengan fasilitas yang terus berkembang dan aktivitas yang beragam, pantai ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati liburan menyenangkan bersama keluarga atau teman.
Tak hanya sebagai tempat rekreasi, Pantai Tambakrejo juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata kelas dunia. Yang mengutamakan kelestarian alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Lokasi dan Aksesibilitas
Pantai Tambakrejo terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dengan koordinat geografis sekitar -8.3161191, 112.1246564, yang langsung berbatasan dengan Samudra Hindia.
Jarak dari pusat Kota Blitar sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh berkendara antara 45 menit hingga 1 jam.
Jalan menuju Pantai Tambakrejo seluruhnya telah diperbaiki menjadi permukaan aspal yang baik. Mudah diakses menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Belum ada layanan kendaraan umum yang langsung menuju lokasi, sehingga disarankan menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil atau motor dari Kota Blitar. Atau memanfaatkan layanan taksi online.
FOTO: Istimewa.
Petunjuk arah yang jelas ditempatkan di setiap perempatan penting, sehingga lokasi mudah ditemukan bahkan tanpa bantuan GPS. Bagi wisatawan yang datang dari arah Surabaya, dapat melalui jalan raya Surabaya–Mojokerto–Blitar sebelum melanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Kecamatan Wonotirto.
Fasilitas, Paket Wisata, dan Aktivitas
Fasilitas di Pantai Tambakrejo tergolong lengkap dan mendukung berbagai kebutuhan wisatawan. Area parkir seluas 10.000 m² (1 hektar). Mampu menampung hingga 2.000 sepeda motor, 1.000 mobil, dan 50 bus besar dengan biaya parkir yang terjangkau: Rp5.000 untuk motor, Rp10.000 untuk mobil, dan Rp25.000 untuk bus.
Terdapat 170 unit toilet umum dengan pasokan air bersih terjamin, sementara pembangunan toilet khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia sedang dalam tahap perencanaan.
Sekitar 150 warung dan restoran menyajikan aneka kuliner seafood segar seperti ikan bakar, udang bakar, dan cumi bakar, serta hidangan lokal lainnya.
Fasilitas lain meliputi pusat informasi wisata, mushola, gereja kecil untuk ibadah, jalur evakuasi yang jelas, area khusus berkemah, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang beroperasi setiap pagi. Meskipun belum ada hotel, terdapat penginapan dan homestay di Desa Tambakrejo dengan harga mulai dari Rp150.000 per malam.
Beberapa paket wisata telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan: Paket Harian Keluarga seharga Rp150.000 untuk 4 orang (termasuk tiket masuk, makan siang seafood, dan sewa alas piknik); Paket Wisata Edukasi Rp120.000 per orang (termasuk tiket masuk, pemanduan ke TPI, dan makan malam); serta Paket Acara Khusus mulai dari Rp500.000 untuk acara keluarga atau perusahaan.
Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bersantai di pasir putih, bermain pasir bersama anak-anak, hingga menikmati pemandangan matahari terbit atau terbenam yang spektakuler. Meskipun ombak cukup besar, sehingga tidak disarankan untuk berenang, wisatawan dapat bermain air di area tepian atau memancing di pemecah ombak sisi barat.
Menyewa perahu nelayan untuk melihat pantai dari atas laut juga menjadi pilihan populer dengan biaya Rp15.000 per orang atau Rp50.000 per perahu (maksimal 4 orang). Dari sisi budaya, wisatawan dapat menyaksikan atau berpartisipasi dalam acara tahunan seperti Larung Sesaji pada tanggal 1 Muharam dan Petik Laut di bulan Suro.
Harga, Jam Operasional, Keamanan, dan Cuaca
Tiket masuk bervariasi antara hari biasa dan hari libur/akhir pekan: Rp10.000 per orang untuk hari Senin–Kamis, dan Rp15.000 per orang untuk akhir pekan serta hari libur nasional. Anak-anak di bawah usia 6 tahun masuk gratis.
Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau menggunakan QRIS di sebagian besar warung dan restoran, sedangkan untuk paket wisata dapat dilakukan melalui transfer bank atau tunai saat kedatangan.
Pantai Tambakrejo buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. TPI beroperasi setiap pagi mulai pukul 03.00 hingga 08.00 WIB, sementara warung dan restoran umumnya buka dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung adalah pagi hari untuk menyaksikan matahari terbit atau sore hari untuk menghindari panas terik.
Keamanan dikelola oleh tim keamanan yang bekerja sama dengan pihak kepolisian lokal, dengan pos pengamanan di titik penting dan patroli rutin. Pihak pengelola juga merencanakan pembangunan Markas Komando Satuan Polisi Air dan Udara (Mako Sat Polairud) untuk meningkatkan pengawasan keamanan di pesisir.
Secara budaya, Pantai Tambakrejo menyimpan tradisi Larung Sesaji yang telah ada sejak tahun 1838, dengan prosesi pengarakan sesaji diiringi musik gamelan dan kuda lumping.
Acara Petik Laut di bulan Suro melibatkan pembersihan pantai, doa bersama, dan pembagian makanan.
Cuaca di Pantai Tambakrejo mengikuti pola iklim tropis dengan dua musim: musim kemarau (April–Oktober) dengan suhu antara 25–30°C (waktu terbaik untuk berkunjung), dan musim hujan (November–Maret) dengan suhu 22–28°C serta gelombang hingga 3–4 meter.
Untuk informasi terkini, wisatawan dapat menghubungi Koordinator Pengelola Bapak Sutrisno di nomor HP 0813-3456-7891 atau mengunjungi media sosial @panta_Tambakrejo_blitar.
Potensi dan Program Pengembangan
Pantai Tambakrejo memiliki beberapa potensi utama yang dapat dioptimalkan:
- Potensi Ekowisata: Kawasan sekitar pantai menyimpan ekosistem alam yang relatif utuh, termasuk hamparan mangrove kecil yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Pengembangan zona ekowisata dengan taman edukasi mangrove diharapkan menjadi daya tarik baru.
- Potensi Wisata Budaya: Tradisi Larung Sesaji dan Petik Laut dapat dikembangkan menjadi acara wisata budaya yang lebih besar. Pembangunan museum kecil juga menjadi langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya daerah.
- Potensi Kuliner Wisata: Keberadaan TPI yang aktif menjadi dasar untuk mengembangkan pusat kuliner seafood, dengan program pelatihan bagi pengusaha kuliner lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
- Potensi Akomodasi: Kawasan sekitar Desa Tambakrejo memiliki potensi untuk dibangunnya homestay berstandar dengan nuansa budaya lokal khas.
Beberapa program pengembangan sedang berjalan, antara lain sistem manajemen wisata digital, program pengelolaan sampah berkelanjutan, pembangunan infrastruktur ramah disabilitas, program pemberdayaan masyarakat, dan kerjasama dengan pihak ketiga.
Pengembangan direncanakan dalam tiga tahapan terstruktur dari tahun 2026 hingga 2031.
Harapan, Imbauan, dan Motivasi
Dengan berbagai upaya pengembangan, diharapkan Pantai Tambakrejo dapat menjadi destinasi wisata bahari yang unggul dan berkelanjutan. Sumber penghidupan yang layak bagi masyarakat lokal, sarana edukasi efektif, serta ikon pariwisata Jawa Timur yang dapat bersaing secara nasional.
Imbauan bagi semua pihak:
- Pemerintah Daerah: Berikan dukungan kebijakan dan anggaran serta pastikan kepatuhan terhadap peraturan.
- Pengelola Pantai: Jaga kualitas pelayanan dan kelestarian alam serta budaya.
- Masyarakat Lokal: Jaga semangat kebersamaan dan lestarikan tradisi lokal.
- Wisatawan: Jaga kebersihan lingkungan dan dukung ekonomi lokal.
Pantai Tambakrejo bukan sekadar hamparan pasir dan lautan yang indah, melainkan juga bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Blitar. Semoga keindahan dan nilai-nilainya dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang. (Bersambung)