COWASJP.COM – ​SEBAGAI kawasan tengah yang menghubungkan Kecamatan Besuki dan Pucanglaban, Kecamatan Kalidawir tidak hanya berperan sebagai jalur penghubung fisik antarwilayah. Tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan yang menjadi motor penggerak perekonomian Kabupaten Tulungagung.
Keberadaan JLS, yang didukung oleh anggaran signifikan dari pemerintah pusat dan kebijakan strategis dari Bupati Gatut Sunu Wibowo, telah mengubah wajah Kalidawir dari daerah pedesaan yang kurang terjangkau menjadi kawasan strategis. Dengan potensi pertumbuhan yang luar biasa, memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi daerah.
Ruas JLS di Kecamatan Kalidawir memiliki panjang sekitar 20 km dan merupakan bagian dari pembangunan yang dianggarkan sekitar Rp 700 miliar dari pusat pada akhir 2018. Ruas ini telah selesai dibangun dengan standar teknis yang tinggi, dilengkapi dengan 150 titik marka jalan yang jelas dan 25 unit fasilitas keselamatan seperti pagar pengaman dan rambu peringatan yang memenuhi standar nasional.
Sesuai dengan arahan Bupati terkait keamanan, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim - Bali telah melakukan pemantauan berkala terhadap struktur jalan dan lereng di sekitarnya. Bekerja sama dengan pemerintah kecamatan untuk menertibkan bangunan yang tidak sesuai peraturan.
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan sebagian dari anggaran Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah senilai Rp 28 miliar untuk pemulihan infrastruktur lokal yang terpengaruh oleh pembangunan JLS. Termasuk perbaikan terhadap 10 ruas jalan desa dengan total panjang 18 km dan perbaikan 3 sistem irigasi yang sangat penting bagi sektor pertanian lokal. Sejalan dengan fokus kebijakan Pj Bupati untuk pembangunan jalan sirip melalui APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Upaya ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 5.000 hektar lahan pertanian, meningkatkan produktivitas tanaman hingga 28%. Selain itu, sebagian dari usulan anggaran Rp 175 miliar yang diajukan Pemkab Tulungagung juga dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur penunjang di Kecamatan Kalidawir.
Sebagai bagian dari rencana pembangunan rest area seluas 5,2 hektare yang diumumkan Bupati, lokasi utama rest area untuk Kecamatan Kalidawir telah mulai dibangun dan diharapkan dapat beroperasi secara penuh pada awal 2026.
Rest area besar yang dibangun di wilayah ini dengan luas 5 hektar telah menjadi tempat persinggahan penting bagi pengendara yang melintas melalui JLS. Fasilitas yang disediakan meliputi pusat informasi wisata, area parkir yang dapat menampung hingga 500 kendaraan, 25 usaha kuliner yang menyajikan makanan khas lokal dan internasional, serta 18 toko oleh-oleh yang menjual produk hasil olahan masyarakat lokal.
Rest Area ini mampu menangani hingga 15.000 pengunjung per hari pada musim liburan dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 8 juta per hari.
Data menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di Kecamatan Kalidawir meningkat secara signifikan sebesar 45% sejak beroperasinya JLS, dengan nilai transaksi barang mencapai Rp 2,5 miliar per bulan – meningkat dari Rp 1,7 miliar sebelum adanya JLS.
Sebanyak 60 pedagang grosir lokal kini dapat mengirimkan produk mereka ke pasar luar daerah seperti Surabaya, Malang, dan Blitar dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat (dari 4 jam menjadi 1,5 jam), dan biaya transportasi yang lebih murah (menurun sebesar 32%). Hal ini sejalan dengan harapan Pj Bupati bahwa JLS akan meningkatkan ekonomi dan konektivitas di wilayah pesisir selatan Tulungagung.
Kecamatan Kalidawir juga menunjukkan potensi besar sebagai pusat logistik dan distribusi di wilayah selatan Tulungagung. Kawasan industri kecil dan menengah yang sedang dikembangkan di sekitar JLS dengan luas 20 hektar telah menarik investasi sebesar lebih dari Rp 50 miliar dari 12 perusahaan lokal dan luar daerah. Diharapkan dapat menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Selain itu, sektor pertanian juga mengalami kemajuan pesat dengan dapat memasarkan produk secara langsung kepada wisatawan yang melintas melalui JLS. Pendapatan petani meningkat sebesar 40% melalui penjualan langsung di 15 titik pasar jalanan yang tersebar di sepanjang jalur.
Dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi sesuai dengan arahan Bupati, Kecamatan Kalidawir mengembangkan konsep "Kawasan Ekonomi Terpadu JLS" dengan menerapkan sistem integrasi antara sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Inovasi utama adalah pembangunan Pusat Pengolahan Hasil Pertanian Modern dengan investasi sebesar Rp 8 miliar yang mampu mengolah hingga 10 ton produk pertanian per hari, meningkatkan nilai tambah produk lokal hingga 60%.
Selain itu, sistem pemesanan online "Kalidawir Tani Shop" telah terhubung dengan 200 petani lokal dan menjual produk mereka hingga ke 15 kota di Jawa Timur. Penerapan sistem manajemen lalu lintas cerdas yang menggunakan sensor dan kamera pengawas telah berhasil mengurangi kemacetan di jam sibuk hingga 55%.
Perubahan yang terjadi di Kecamatan Kalidawir berkat keberadaan JLS, dukungan anggaran dari pemerintah pusat, dan kebijakan yang terarah dari Bupati Gatut Sunu Wibowo, telah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Mengembangkan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Sebanyak 250 kelompok masyarakat telah aktif mengikuti pelatihan kewirausahaan dan teknologi yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, dengan partisipasi perempuan mencapai 48%.
Program "Wirausaha Muda JLS" telah memberikan modal usaha kepada 120 pemuda lokal, dengan tingkat keberhasilan usaha mencapai 85%. Semangat masyarakat untuk membangun Kecamatan Kalidawir menjadi pusat ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan telah menginspirasi pembangunan 5 desa ekonomi mandiri di wilayah ini. Sejalan dengan target penyelesaian konektivitas JLS yang telah dicapai pada tahun 2025. (Bersambung)