KANALPojok News

Kabupaten Blitar Bangun 139 Koperasi Desa Merah Putih, Anggaran Capai 3 Miliar Rupiah per Desa

Kabupaten Blitar Bangun 139 Koperasi Desa Merah Putih, Anggaran Capai 3 Miliar Rupiah per Desa
Bupati Blitar H Rijanto bersama OPD terkait saat meninjau lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu program prioritas untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa di seluruh Indonesia. 

Begitu juga di Kabupaten Blitar, upaya percepatan pembangunan KDMP tengah gencar dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan ratusan KDMP baru sedang dikebut dengan dukungan anggaran dari dana desa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, menyampaikan, saat ini sebanyak 139 Koperasi Desa Merah Putih sedang dalam tahap pembangunan. 

Total anggaran yang dibutuhkan untuk setiap KDMP mencapai maksimal Rp3 miliar rupiah. Dengan rincian Rp2,5 miliar untuk pembangunan gerai dan sarana pendukung. Rp500 juta untuk keperluan operasional, termasuk permodalan.

 “Maksimal plafon anggaran tiap desa itu Rp 3 miliar untuk pembangunan dan operasional, yang Rp 500 juta untuk operasional dan Rp 2,5 miliar untuk pembangunan gerai,” ujar Sri Wahyuni  Senin (19/01/2026).

Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menetapkan plafon anggaran pembangunan gedung dan sarana KDMP hingga 2,5 miliar rupiah per unit. Anggaran tersebut bersumber dari dana desa, yang akan dicicil selama 6 tahun.

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pembangunan KDMP di Kabupaten Blitar memang menjadi fokus utama. Agar segera beroperasional di Bumi Penataran. Sebelumnya, sudah ada 58 KDMP yang berjalan dengan baik. 

Namun, angka tersebut baru mencapai 23,4 persen dari target total 248 KDMP yang direncanakan untuk seluruh desa di Kabupaten Blitar. Artinya, masih banyak desa yang belum terjangkau oleh program ini. Dan inilah yang menjadi alasan utama percepatan pembangunan 139 KDMP baru.

“Kalau koperasi semua sudah ada di seluruh desa se-Kabupaten Blitar, yang sudah beroperasi 58 unit,” ungkapnya. 

Secara konseptual, KDMP bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan potensi sumber daya desa, mempermudah akses keuangan bagi masyarakat kecil, serta mengembangkan usaha mikro dan kecil di tingkat desa. 

Dengan adanya KDMP, diharapkan produk hasil desa bisa lebih mudah memasarkan hasilnya dan masyarakat mendapatkan layanan keuangan yang lebih dekat dan terpercaya.

Untuk mendukung keberhasilan KDMP di Kabupaten Blitar, diperlukan inovasi dalam pengelolaan dan pengembangan program. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengintegrasikan KDMP dengan teknologi digital. Seperti pembuatan aplikasi untuk pemesanan produk desa atau sistem manajemen keuangan yang transparan. 

Selain itu, pelatihan bagi pengurus dan anggota koperasi mengenai keterampilan usaha, manajemen keuangan, dan pemasaran juga menjadi kunci penting agar KDMP bisa berkembang secara mandiri.

Bagi seluruh masyarakat dan pengurus koperasi di Kabupaten Blitar, program ini menjadi momentum emas untuk meningkatkan kualitas ekonomi desa. Mari kita dukung penuh pembangunan KDMP dengan semangat gotong-royong, sehingga setiap desa bisa memiliki kekuatan ekonomi yang kokoh dan mandiri. 

Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, pengurus koperasi, dan masyarakat, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi struktur organisasi, tetapi juga motor penggerak kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Blitar.(*)


Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :