KANALPojok News

Banjir Melanda Pekalongan Raya Hampir Tiga Hari, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Banjir Melanda Pekalongan Raya Hampir Tiga Hari, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Pekalongan kota dan kabupaten dilanda banjir. (FOTO: metro7.co.id)

COWASJP.COM – Pekalongan Kota dan Kabupaten dilanda banjir hampir tiga hari terakhir, dengan intensitas hujan yang masih tinggi membuat kondisi semakin parah. 

Sekitar 2.000 orang mengungsi di Kota Pekalongan dan ratusan lainnya di Kabupaten. Banyak warga yang semula bertahan akhirnya memutuskan untuk mengungsi. 

Walikota menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat distribusi bantuan. Gedung Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah) Central di kawasan Kantor PC NU Kota Pekalongan dijadikan  dapur umum.

Banjir juga mengganggu perjalanan kereta api di berbagai Daop termasuk Daop 9 Jember.

 PENYEBAB BANJIR

Banjir di Kota Pekalongan disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Bremi di Kecamatan Tirto. Akibatnya sistem pompanisasi tidak berfungsi maksimal, bahkan hampir merendam trafo rumah pompa. 

Intensitas hujan yang tinggi hingga Minggu (18/1) dini hari membuat banjir semakin meluas. Terutama di wilayah Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.

Di Kabupaten Pekalongan curah hujan tinggi pada Jumat (16/1) malam hingga Sabtu (17/1) dini hari. Melanda lima kecamatan: Tirto, Siwalan, Sragi, Wiradesa, dan Buaran.

KOMENTAR WARGA

Sebagian warga yang awalnya bertahan di rumah terpaksa mengungsi karena kondisi banjir yang semakin parah. 

Saiful (41 tahun), menyatakan banjir  jauh lebih parah dibandingkan kemarin. "Parah sekarang. Kalau kemarin agak mendingan, sekarang air sudah masuk semua ke rumah. Di kamar yang lantainya lebih tinggi pun sudah tergenang," katanya.

Yusnia mengungkapkan, ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar lutut orang dewasa. Di jalan bahkan mencapai leher, membuat aktivitas warga lumpuh total.

Moh Faizin (55 tahun) mengatakan, meskipun lantai rumahnya sudah ditinggikan sekitar 80 cm, banjir tetap masuk. 

"Kemarin tidak mengungsi. Saya masih di rumah. Semalam hujan deras, terus air sedikit sedikit naik dan masuk ke rumah. Air di dalam rumah sekitar 1 meter lebih," ujarnya.

TANGGAPAN PEMERINTAH

Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menetapkan status tanggap darurat per Sabtu (17/1) malam. Ini untuk mempercepat distribusi bantuan dan memaksimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). 

Pengungsi ditempatkan di berbagai fasilitas seperti Masjid Al-Karomah (Kecamatan Pekalongan Barat) yang hampir penuh, kantor kelurahan, dan balai RW.

Gedung Aswaja Central di Kawasan PC NU Pekalongan juga aktif berperan dalam penanganan bencana. Kantor Aswaja NU di Kawasan PC NU Pekalongan menjadikan kantornya sebagai dapur umum yang melayani 2000 porsi makanan warga terdampak. 

"Kami bersama teman-teman Bagana, Fatayat NU memasakkan sekitar 2000 porsi makanan siap saji," ujar Rudi Mujianto, Satkornas Banser yang membantu proses memasak.

Di Kabupaten Pekalongan, BPBD dan PMI telah mendirikan posko pengungsian di Kecamatan Siwalan dengan total 135 jiwa tercatat hingga Sabtu (17/1) sore. 

Polres Pekalongan juga menurunkan tim Dokes untuk pemeriksaan kesehatan, trauma healing, dan pemberian edukasi tentang penyakit pasca banjir. Polres juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena curah hujan Januari diprediksi tinggi.

DAMPAK PADA PERJALANAN KERETA API

Banjir merendam jalur rel menyebabkan banyak perjalanan KA dibatalkan atau direkayasa di berbagai Daop:

 KAI Daop 8 Surabaya: Lima KA dari Stasiun Bojonegoro dibatalkan, mempengaruhi 230 penumpang dengan pengembalian tiket 100% diberikan.

KAI Daop 4 Semarang: Delapan KA keberangkatan dibatalkan dan delapan KA lainnya menjalani pola operasi memutar akibat genangan di jalur Pekalongan-Sragi. KAI terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk keselamatan perjalanan.

KAI Daop 9 Jember: Melakukan rekayasa pola operasi akibat banjir yang meluas di Pekalongan dan Jakarta. Menurut Manajer Hukum dan Humas Cahyo Widiantoro, kondisi tersebut berdampak pada kelancaran perjalanan karena sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman. 

KA Blambangan Ekspres dari Stasiun Ketapang ke Pasar Senen dibatalkan, sedangkan KA Pandalungan dari Jember ke Gambir terlambat 30 menit dan dialihkan rute melalui Surabaya Pasar Turi, Gambringan, Solo, Kroya, dan Cirebon. 

KAI memberikan pengembalian tiket 100% paling lambat 7 hari sejak pembatalan melalui loket stasiun atau Contact Center 121.

 KAI mengerahkan petugas untuk normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, dan berkoordinasi dengan pihak terkait, serta berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Semoga dengan inovasi dalam penanganan dan kerja sama yang terpadu dari berbagai pihak, termasuk peran aktif lembaga masyarakat seperti NU dan Aswaja Central, warga terdampak dapat segera merasa tenang. Kondisi kembali normal, dan upaya pemulihan serta pencegahan banjir di masa depan dapat dilakukan dengan lebih efektif.(*)


Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :