COWASJP.COM – Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar memastikan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) sebagai tahap formal terakhir.
Kementerian Agama telah siap dengan fasilitas dan kurikulum yang rampung, sebagai bentuk pengakuan negara atas peran strategis pesantren dalam sejarah bangsa.
1.Hanya Menunggu Pengesahan Formal.
Secara internal, Kementerian Agama telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk pembentukan Dirjen Pesantren. Fasilitas dan kurikulum tidak lagi menjadi kendala.
Menag Nasaruddin menyampaikan, "InsyaAllah dalam waktu dekat ini, kita tinggal menunggu Keppres-nya. Dirjen Pondok Pesantren itu akan hadir di tengah-tengah kita," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa semua komponen internal telah siap dan hanya menunggu proses formal dari pemerintah pusat.
2.Pengakuan Negara atas Kontribusi Pesantren.
Pembentukan Dirjen Pesantren bukan sekadar restrukturisasi birokrasi. Tetapi juga pengakuan atas peran strategis pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia.
Menag menjelaskan bahwa alumni pesantren telah berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan tanah air.
"Alumni-alumni pondok pesantren inilah yang berdarah-darah dan berkeringat, bersama para pejuang lainnya, untuk memerdekakan Indonesia," ucapnya.
Dengan demikian, peningkatan status dari Direktur menjadi Pejabat Eselon I dianggap wajar sebagai bentuk perhatian khusus negara.
3. Melibatkan Banyak Kementerian, Koordinasi Berjalan Simultan.
Pembentukan Dirjen Pesantren melibatkan berbagai kementerian dan lembaga negara, antara lain Kementerian PAN-RB, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Sekretariat Negara, sebelum mendapatkan pertimbangan dari Presiden.
Meskipun melibatkan banyak pihak, Menag memastikan bahwa seluruh proses berjalan beriringan.
Ia berharap kehadiran Dirjen Pesantren akan memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional. "Bangsa kita akan merasakan makna kehadiran pondok pesantren yang lebih lincah dalam menyongsong masa depan," katanya.
Motivasi.
Pesantren sebagai warisan budaya dan pendidikan bangsa telah membuktikan kontribusinya sejak zaman perjuangan hingga kini.
Pembentukan Dirjen Pesantren menjadi momentum untuk mengoptimalkan perannya dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berkontribusi aktif pada kemajuan Indonesia.
Semoga dengan dukungan penuh dari negara, pesantren dapat terus berkembang dan menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan dan pembangunan nasional.(*)